Bahagia Dalam Pengasuhan Ibu

Menjadi seorang ibu bukanlah peran yang mudah. Di balik lelah dan doa  yang tidak pernah putus, Allah menitipkan rahasia besar : Surga berada di telapak kaki ibu.
Sebuah pintu surga yang terbuka melalui kasih sayang, sabar,  serta pengorbannya.
Seorang ibu adalah anugerah terindah dan terbesar yang Allah titipkan dalam kehidupan. Dari rahim dan pelukannya, lahir generasi penerus yang kelak akan menjalani perjuangan hidupnya. Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, tempat awal mereka mengenal kasih sayang, adab, dan nilai keimanan.

Allah SWT. memuliakan peran ibu sebagaimana  dalam Al Quran

"Dan kami perintahkan kepada manusia (agar  berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tamba..." (QS. Luqman : 14)

Untuk mempersiapkan masa depan anak-anaknya, seorang ibu perlu merasakan ketenangan dan kebahagiaan dalam menjalani peran pengasuhan. Kebahagiaan ibu bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan yang sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Ketenangan itu tumbuh dari istirahat yang cukup, hati yang lapang, serta kasih sayang dan perhatian dari pasangan hidup yang Allah jadikan sebagai penenang jiwa.

Sebagaimana dalam Al Quran

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.”
(QS. Ar-Rum: 21)

Ketika seorang ibu kehilangan ketenangan dalam pengasuhan, dampaknya dapat dirasakan oleh anak-anak. Tumbuh kembang mereka dapat terhambat, emosi menjadi tidak stabil, dan jiwa mereka mudah merasa hampa. Padahal Allah SWT. mengingatkan bahwa keseimbangan dan keadilan adalah prinsip kehidupan, sebagaimana dalam Al  Quran

“Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan keseimbangan, agar kamu tidak melampaui batas dalam keseimbangan itu.”
(QS. Ar-Rahman: 7–8)

Anak adalah amanah dan rezeki dari Allah SWT. Tumbuh kembang mereka yang baik bermula dari rumah tangga yang dibangun di atas iman, rasa syukur, dan kebersamaan.  Dalam Al Quran

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia.”
(QS. Al-Kahfi: 46)

Bahagia itu sesungguhnya sederhana. Ia bermula dari hati yang ikhlas menerima ketetapan Allah, dari kesabaran dan rasa syukur, serta dari saling menghargai dan bekerja sama dalam rumah tangga. 

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)

Dari rumah yang penuh iman dan ketenangan itulah, dengan izin Allah, akan lahir anak-anak yang tumbuh sehat, berakhlak mulia, dan menjadi penyejuk mata bagi kedua orang tuanya.



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HARAPAN YANG TUMBUH DI TENGAH PUING - PUING

SABAR