TIDAK LAGI MENGEJAR STANDAR
Riki, 26 tahun, seorang pegawai di sebuah instansi pemerintah, hidupnya tampak tenang. Ia belum menikah, namun hatinya telah lama menetap pada satu nama—Nayla. Gadis lembut lulusan psikologi yang bekerja sebagai tenaga kontrak di sebuah klinik kesehatan di kotanya. Hubungan mereka sederhana. Tidak mewah, tidak pula penuh tuntutan. Tapi cukup hangat untuk membuat Riki merasa pulang. Sampai suatu siang, Pak Rahman, pimpinannya, mengusik keyakinannya. “Riki,” katanya santai, “kalau cari istri sekarang, sebaiknya yang sudah punya pegangan hidup. Biar rumah tangga ringan.” Riki tersenyum kecil, tapi kalimat itu tidak berhenti di sana. “Itu si Dina, CPNS baru. Coba kamu dekati.” Sejak saat itu, sesuatu dalam diri Riki mulai bergeser. Malamnya, ia tidak langsung tidur. Lampu kamar dimatikan, tapi pikirannya tetap terang. Ia memandangi langit-langit. Dan tanpa sadar, ia mulai menghitung—bukan tentang cinta, tapi tentang kemungkinan. Dina—CPNS, masa depan jelas. Nayla—pegawai honor,...