Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026

AKU TIDAK PERLU TAHU

Gambar
Aku capek… bukan karena hidup berat, tapi karena aku ingin tahu semua jawabannya. Subuh itu datang seperti biasa—sunyi, pelan, nyaris tak terasa. Namun pagi itu, ada yang berbeda. Aku terbangun bukan oleh alarm, melainkan oleh sesuatu yang tak bisa kujelaskan. Seperti ada yang memanggil, lembut, tapi tak memberi pilihan untuk diabaikan. Mataku terbuka, menatap langit-langit kamar yang masih gelap. Hening. Bahkan detak waktu terasa melambat. Aku duduk di tepi ranjang. Ada yang mengganjal di dada. Bukan luka yang jelas bentuknya, bukan pula kesedihan yang bisa langsung kusebut. Lebih seperti kumpulan rasa yang selama ini kutahan—lelah, kecewa, cemas, dan entah kenapa… kosong. Aku menarik napas panjang, lalu berdiri. Air wudhu menyentuh wajahku. Dingin. Menyadarkan. Tapi yang lebih terasa adalah sesuatu di dalam—seperti perlahan diluruhkan, meski belum sepenuhnya hilang. Aku membentangkan sajadah. Sholat Subuh itu terasa berbeda. Tidak tergesa, tidak sekadar menggugurkan kewaj...

SENYUM YANG SALAH ARAH

Gambar
Ria dan Salsa bukan sekadar teman. Mereka adalah bagian dari masa kecil yang sama—bermain di halaman sempit, berbagi rahasia kecil, dan tumbuh bersama mimpi-mimpi sederhana. Namun waktu memisahkan mereka. Ria pindah ke kota lain, meninggalkan Salsa bersama kenangan yang tak sempat diucapkan sebagai perpisahan. Tahun-tahun berlalu. Takdir mempertemukan mereka kembali—di kota yang sama, bahkan di perusahaan yang sama. Perusahaan besar dengan jabatan yang diimpikan banyak orang. Saat pertama kali bertemu lagi, mereka hanya saling menatap… lalu tertawa, seolah waktu tak pernah memisahkan. Hari itu, seorang karyawan baru diperkenalkan. “Ini Rony, dipindahkan dari cabang pusat,” ujar Rahma. Rony tersenyum ramah. Salsa hanya mengangguk dengan senyum tipis. Biasa saja. Hari berganti bulan. Ria semakin dekat dengan Rony. Perhatian kecil darinya—cemilan, tumpangan, sapu tangan saat hujan—menjadi hal besar bagi Ria. Salsa hanya memperhatikan. Ia ikut bahagia… namun diam-diam khawatir....