BERANI MENJADI DIRI SENDIRI
Nayla berdiri lama di depan cermin kamar kosnya. Tangannya menarik pelan bagian baju yang terasa sempit di pinggang. “Kenapa sih badanku nggak kayak Dita?” gumamnya pelan. Ia memandangi tubuhnya dengan wajah kecewa. Menurutnya, tubuhnya terlalu berisi. Tidak gemuk, tetapi juga tidak kurus seperti perempuan-perempuan yang sering ia lihat di media sosial atau teman-temannya di kantor. Padahal banyak orang mengatakan Nayla cukup menarik. Kulitnya bersih, wajahnya manis, dan senyumnya hangat. Namun, semua pujian itu seolah tidak pernah masuk ke dalam hatinya. Yang Nayla lihat setiap bercermin hanyalah kekurangan. Di kantor, Nayla bekerja sebagai staf administrasi di sebuah perusahaan swasta. Ia dikenal ramah dan teliti. Namun di balik itu, Nayla selalu kurang percaya diri, terutama soal penampilan. Suatu pagi, pengumuman besar ditempel di papan informasi kantor. “Acara Gathering Nasional Perusahaan akan dilaksanakan di Hotel Grand Mahkota…” Sorak gembira terdengar di mana-mana....