Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

KETIKA KESABARAN DIUJI DI MEJA KERJA. "Part" 3

Gambar
Ketika Kesabaran diuji di Meja Kerja Kisah Lala belum berlalu "Part" 3 Ramadhan sudah memasuki  hari ke enam.  Lala tetap menjalani rutinitasnya sebagai karyawan di tempat ia bekerja, meski luka batin yang disimpannya belum sepenuhnya pulih. Setiap pagi ia datang tepat waktu, duduk di balik meja kerja yang sama, menata berkas dengan ketelitian yang menjadi ciri dirinya. Pagi itu, di atas meja kerjanya, tergeletak sebuah surat yang diteruskan kepadanya. Lala membacanya perlahan, memahami makna demi makna. Surat tersebut berisi pemberitahuan kunjungan instansi pusat ke salah satu lembaga binaan tempat ia bekerja. Perasaan Lala bercampur aduk. Hatinya bertanya-tanya, dengan siapa ia harus berkoordinasi. Apakah kisah pahit sebelumnya akan terulang kembali? Pertanyaan itu menggantung tanpa jawaban. Lamunannya terhenti ketika seseorang memanggilnya dari luar ruangan. “Bu Lala, dipanggil Pak Kepala. Ditunggu di ruangannya.” Lala tersentak. “Oh iya, terima kasih,” ujarnya...

KEPADA SIAPA AKU MENGADU "Part" 2

Gambar
Kepada Siapa Aku Mengadu Kisah Lala belum berakhir. "Part" 2 Pagi itu, Lala tetap melangkahkan kakinya menuju tempat kerja. Langkahnya goyah, namun dipaksakan tegak. Bisik-bisik halus dan tawa kecil yang sinis kembali menyambutnya—datang dari sekelompok rekan kerja yang berkumpul di sudut ruangan. Lala duduk di kursinya. Tangannya gemetar saat membuka laptop, mencoba fokus pada pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Sesekali, rekan satu ruangan melirik dari balik alis, seolah bertanya tanpa suara, “Apakah kamu tidak malu?” Lala menarik napas panjang. Biarkan saja. Aku harus kuat. Sebentar lagi Ramadan akan datang. Semoga hati orang-orang bisa berubah. Namun, doa itu tak serta-merta mengusir sesak di dadanya. Perasaan tertekan justru semakin berat, apalagi setiap kali ingat perlakuan suaminya yang sejak kejadian itu berubah dingin.  Hubungan mereka membeku. Rumah yang dulu hangat kini terasa seperti diselimuti salju. Selama ini, Lala adalah istri yang patuh. Sem...

RUANG TANPA PINTU "Part" 1

Gambar
Catatan Redaksi: Seluruh nama tokoh, instansi, jabatan, dan detail peristiwa dalam cerpen ini telah disamarkan. Cerita ini tidak merujuk pada individu, lembaga, atau kejadian tertentu. Kesamaan dengan peristiwa nyata adalah kebetulan semata. "Part" 1 Lala bekerja di sebuah perusahaan yang, bagi sebagian orang, tampak biasa saja. Pekerjaannya tidak berat—bahkan bisa dibilang teratur dan jelas. Namun, yang paling melelahkan bukanlah tumpukan berkas atau jam kerja, melainkan tekanan batin yang setiap hari ditempa perlahan oleh sikap pimpinan dan lingkaran kecil yang sengaja dibentuk untuk menciptakan ketidaknyamanan bagi siapa pun yang dianggap menghalangi kepentingan mereka. Lala dikenal rajin. Ia bekerja dengan sepenuh hati dan kehati-hatian. Baginya, bekerja adalah ibadah. Dari keyakinan itulah ide-idenya mengalir tanpa diminta. Hampir seluruh waktunya di instansi dihabiskan untuk bekerja, bukan untuk berkumpul atau bergosip seperti sebagian sesama pegawai. Justru...

Bahagia Dalam Pengasuhan Ibu

Gambar
Menjadi seorang ibu bukanlah peran yang mudah. Di balik lelah dan doa  yang tidak pernah putus, Allah menitipkan rahasia besar : Surga berada di telapak kaki ibu. Sebuah pintu surga yang terbuka melalui kasih sayang, sabar,  serta pengorbannya. Seorang ibu adalah anugerah terindah dan terbesar yang Allah titipkan dalam kehidupan. Dari rahim dan pelukannya, lahir generasi penerus yang kelak akan menjalani perjuangan hidupnya. Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, tempat awal mereka mengenal kasih sayang, adab, dan nilai keimanan. Allah SWT. memuliakan peran ibu sebagaimana  dalam Al Quran " Dan kami perintahkan kepada manusia (agar  berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tamba..." (QS. Luqman : 14) Untuk mempersiapkan masa depan anak-anaknya, seorang ibu perlu merasakan ketenangan dan kebahagiaan dalam menjalani peran pengasuhan. Kebahagiaan ibu bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan...