PELAJARAN DARI RASA IRI
Zahira terlahir dari keluarga sederhana. Papanya seorang guru negeri dengan gaji yang tak seberapa, dan mamanya seorang ibu rumah tangga yang menjalani hidup dengan penuh kesabaran. Mereka tinggal di rumah kecil yang tak pernah benar-benar lengkap, namun selalu dipenuhi kehangatan. Zaira adalah anak pertama dari empat bersaudara—dua laki-laki dan dua perempuan—yang sejak kecil telah akrab dengan kata “cukup”, bukan “lebih”. Masa kecilnya dipenuhi keterbatasan. Gaji sang ayah sering tak mampu mengejar kebutuhan. Beras jatah yang kadang berbau apek tetap dimasak, tetap dimakan, karena itulah yang ada. Tak ada keluhan yang diucapkan orang tuanya, tetapi Zaira kecil bisa merasakan semuanya. Di sekolah, dunia terasa berbeda. Ia melihat teman-temannya datang diantar motor, bahkan mobil. Sementara ia berjalan kaki, dengan tas yang mulai kusam. Namun, bukan itu yang paling menyakitkan baginya. Yang paling menusuk adalah saat jam istirahat tiba. Kantin sekolah dipenuhi kue berwarna...